Sunday, January 04, 2015 21:44:44

Kisah perjuangan

My life, idea, and everything on my brain damage  
Di Kota XYZ ada rumah makan yang sangat terkenal dan tentu saja lezat. Sebut saja nama rumah makannya Panglima, karena terletak di jalan Panglima. Sang pemilik seorang lelaki gagah bernama Perkasa. Dalam menjalankan bisnisnya Perkasa dibantu sang anak bernama Ayu.

Banyak orang berlalu lalang disepanjang jalan, termasuk di depan rumah makan Panglima. Salah satunya adalah anak kecil bernama Shrek. Dalam perjalanan menuju sekolah Shrek pasti melalui rumah makan Panglima. Saat pulang sekolah Shrek selalu berhenti dan melihat pengunjung yang sedang menyantap hidangan.

Shrek suatu hari memberanikan diri masuk ke rumah makan dan bertanya ke Perkasa, "Paman berapa harga menu Nasi Goreng" Perkasa menjawab "60 perak". Shrek kemudian pamit setelah mengetahui harga perporsi makanannya.

Shrek merupakan anak yatim piatu, hidupnya bersama sang nenek yang seorang pemungut barang bekas. Shrek sudah terbiasa sepulang sekolah membantu nenek mencari barang bekas dari tong sampah yg ada diseputaran kota XYZ. Dari membantu sang nenek,Shrek diberi uang jajan sekolah sebesar "2 perak".

Kegiatan memandangi dan berhenti beberapa menit lamanya di rumah makan Panglima selalu dilakukan Shrek setiap hari. Lama-lama hal ini mengundang perhatian Perkasa dan Ayu. Mereka jadi hapal akan perilaku Shrek setiap pulang sekolah pasti muncul di depan tempat usaha.

Selang beberapa waktu kemudian Shrek datang dan masuk ke dalam rumah makan Panglima. Kali ini Shrek membawa sang nenek, Shrek mencari bangku yang kosong lalu duduk. Shrek bilang pada Perkasa "Pak pesan menu Nasi Goreng yang 60 perak ya" Perkasa meng iya kan, dan segera menyajikan pesanan Shrek. Shrek dan sang nenek melahap masakan yg disajikan sampai habis. Kemudian Shrek membayarkan dengan kepingan 2 perak sebanyak 30.

Setelah Shrek pulang, Ayu bertanya kepada sang ayah. "Ayah, kenapa tidak ayah gratiskan saja makanan Nasi Gorengnya, kan kasian anak itu ga mampu keliatannya. Terlihat kemari aja bajunya dan baju neneknya lusuh." Perkasa bilang "Ayu, kalau ayah gratiskan itu sama aja merendahkan usaha anak itu untuk bisa membeli makanan di tempat kita. Kan Ayu sering liat anak itu saban hari berhenti memandangi tempat kita. Karena itu, Ayah tadi menambahkan porsi makanan dan daging tanpa harus membayar lebih."


Permalink logo del.icio.usadd to del.icio.us | view as pdfview as pdf